--
Sent from Gmail Mobile
I always remember quality & price, professionality, reliability & reputation. I'm not the best, but I still try to do better, I understand well that "if I do not, someone else will"
Sometimes, it becomes necessary to show different color schemes between Production and Non-Production instances of Oracle E-Business suite.
Different color scheme will showcase the obvious difference to the end-user, so that they will realize where they are .
Do the following:
a. Login to Oracle Applications as the System Administator responsibility.
b. Navigate to Profile > System.
c. Ensure that the Site display is checked.
d. Query up ‘Java Color Scheme’ for the profile.
e. Select the appropriate color under the Site column.
f. Save the selection.
g. Sign off and back on (or change responsibility) for your new color scheme to take effect.
Be aware that the ‘Java Color Scheme’ profile has no effect if ‘Java Look and Feel’ is set to GENERIC.
Yaa Allah..
Aku merindukannya karena_Mu Ya Allah
Jauhkanlah aku dari perkara yang bisa membuat aku lupa kepada_Mu
Aku semakin mengerti bahwa jarak ini bukan untuk menghukumku
Tapi Jarak ini untuk Menjaga aku dan dia
Dengan ‘jarak’ ini..
Aku dan dia berjanji untuk berubah menjadi lebih baik
Dengan jarak ini..
Aku dan dia berjanji untuk memperbaiki cinta kepada Ilahi
Dengan jarak ini..
Aku dan dia berjanji untuk mencintai pencipta kami lebih dari segalanya
Dengan jarak ini..
Aku dan dia berjanji untuk mendalami ajaran Islam
Dan dengan jarak ini juga..
Aku dan dia yakin andai tiba saatnya nanti
Aku dan dia akan lebih siap untuk melayari semua ini dengan jalan yang diridhai
Syukur Ya Allah..
Karena memberi peluang kepadaku melalui jalan_Mu ini
Syukur Yaa Rabbi..
karena memberikan jarak itu kepada aku dan dia
Ya Allah..
Sekiranya dia baik untuk dunia dan akhiratku
Maka dekatkanlah dan satukanlah aku dengannya
Tapi sekiranya dia buruk untuk dunia dan akhiratku
Maka jauhkanlah aku darinya
Aamiin..
Tak ada LAUT yang tidak BEROMBAK.
Tak ada GUNUNG yang tidak BERBATU.
Tak ada LANGIT yang tidak pernah MENDUNG KELABU.
Tak ada HIDUP yang tidak pernah ada PERMASALAHAN.
Tak ada CINTA jika tidak pernah merasakan KECEWA.
Tak ada KASIH SAYANG jika tidak pernah ada rasa CEMBURU.
Dan bukan PENDAMPING HIDUP namanya jika tidak pernah saling MENASEHATI pada kebaikan.
Begitulah kita seharusnya bersikap pada pasangan.
Ada kalanya kita CEMBURU, MARAH YANG WAJAR dan SALING MENASEHATI untuk mengingatkan agar kembali ke JALAN YANG BENAR.
Namun terkadang pasangan yang kita sayang belum tentu bisa mengerti dengan niat baik kita.
Maka bersabarlah..
Tetap ingatkan dengan kelembutan dan penuh kasih sayang.
Ibarat sebuah batu.
Sekeras apapun ia jika terus-menerus terkena percikan air.
Niscaya pada akhirnya akan membekas juga.
Begitu pula dengan pasangan kita,
Sekeras apapun dia.
Akan ada masanya hatinya bakal luluh oleh sikap kelembutan dan kesabaran kita.
Semoga semuanya akan indah pada akhirnya..
Kesetiaan wanita diuji saat lelaki tidak punya apa-apa..
Tapi kesetiaan lelaki diuji saat dia memiliki segalanya..
Bila kau mempunyai segalanya dan ia mencintaimu, itu kenyataan...
Namun bila kau tidak mempunyai segalanya dan ia masih mencintaimu, itu ketulusan ..
Sesungguhnya kamu tak perlu memiliki segalanya untuk bahagia,
Kerana yang kamu butuh hanya seseorang yang mampu membuatmu tersenyum ketika hatimu terluka...
Semoga kita dikaruniai pasangan halal yang tulus mencintai kita dan mampu saling membahagiakan..
Aamiin..
1. Seorang anak laki - laki, dengan uang jajan seadanya.. diberi orang tua nya agar bisa makan di kantin sekolah, atau ongkos transportasi ke sekolah
..
kalian merasa dia akan menggunakan semua uang jajannya?
dia selalu menabung untukmu selama tiap hari, menahan lapar, menahan segala ajakan teman untuk pergi bermain dan berharap cukup untuk mengajakmu pergi jalan - jalan di hari minggu nanti.., mungkin hanya sekedar nonton atau pergi makan,.. =)
lalu ketika hari minggu yang dimaksud, engkau jawab : " duh,.. sori ni kek nya aku gak bisa pegi sama kamu hari ini soalnya diajakin keluarga pegi... maap "
dah,.. kamu dah sukses menghancurkan perasaan, pengorbanan tu anak laki - laki.. mungkin mereka tak pernah menangis, atau pun curhat sama temannya,.. karna mereka itu jantan! mereka selalu menyimpan perasaannya seorang diri.
2. Ketika beranjak dewasa, para wanita cantik hanya akan pergi sama cowo yang punya kendaraan roda 4.. ketika pria harus bersaing untuk mendapatkan dirimu, mereka akan lebih berhemat mati2an agar bisa mengajak mu untuk berkencan,..
ketika engkau mau d ajak pergi, dan kaget untuk pertama kali engkau dijemput memakai motor,..
lalu engkau menjawab
" duh rambut gw rusak nih,..."
" duh, siang bolong gini kamu ngajakin aku pergi... panas tau "
" duhhhh, debu, panas... laen kali aja deh ya ? "
mungkin engkau tidak sadar mengatakannya,.. tapi percaya lah.. hati mereka sakit..
3. Ketika sudah berkeluarga,... anda tau? mereka kerja banting tulang seharian penuh untuk mencukupi kalian makan..
tau pepatah ini gak?
" Seorang ayah makan telur ayam, sedangkan anak istrinya makan daging ayam "
Di benak seorang ayah, asalkan anak istrinya bahagia itu udah cukup,..
kalo perlu gak makan, ato sekedar makan mi instan, asalkan anak istri bisa makan dia uda senang,.. jangan suka menyia2kan uang hasil kerja keras suami mu itu..
4. Ketika punya anak, sudah meranjak dewasa.. dia kesulitan untuk membiayai keluarganya,.. tapi ada satu hal yang harus kalian tau..
" mau ayah / suami mu seorang perampok, pencuri, penjudi atau kriminal lainnya,.. ketika uang itu diberikan pada mu,.. dia ikhlas memberikannya padamu, dan RELA MENANGGUNG DOSA UNTUK MU "
By : plutong
Posted by Elouisa Enerlan
Written by: Maria Elouisa E. Enerlan
Date: January 31, 2010
I really don't know how to explain it, but I guess if you could truly see how much I really care for you and how much you mean to me. It’s like I always look forward to seeing you everyday. You know, that grin on your face that only belongs to you and when every time I see you I really can't help but smile because I know that there is just something about you. Every time I feel your hand in mine my heart suddenly beats faster. I really wish that I could tell you right then and there that my life could never been better because I know I have you to share it with me.
When you wrap your arms around me even for just a simple and gentle a hug with thoughts of you on my mind. You should know how much I really want stay in that moment forever and tell you how much you are loved by me. When we come close enough for us to be together our lips touch and we kiss. It’s like that nothing around us seems to matter because I know there is nothing sweeter than having these feelings. I know that no words could ever express how much you mean to me. I do hope that you have these feelings for me too. I can't figure out just what it is, but in your actions there is definitely something very special about you.
What is life with love and without love?
We have our own ups and downs in life; career, studies, families, and etc. "Love life." People involved are expected to be in pain. I guess the very reason why people are scared to take the risk of loving is because they are afraid to take the risk of getting hurt. When you love someone, you are ready to lose a part of yourself - to sacrifice. In making sacrifices that you will experience to be hurt, if a sacrifice doesn't hurt, it is not sacrifice at all. It is called charity. Giving charity to someone is different from giving love. Pitying a person is different from caring. Pity lowers the self-esteem of the person who was being pitied. It makes him/her feel helpless - sometimes even worthless. When a person is loved, he/she feels special. He/she wouldn't feel like a rejected weed in the garden, but a special plant that would blossom in the nurture and love of his lover. Lovers should also be sensible. One must learn how to think, although, thinking may destroy the affairs of the heart, but this would be better than a beautiful life ruined. If you think he/she is worthy of all the love and sacrifices that you can give, then, for heaven's sake; Love him/her! If you think that you see it as the other way around, I guess it's time for you to ponder on things.
Yes, everyone is worthy and capable of loving and being in love - but are you a person worthy of love? Is that person worthy of your love? Maybe it would be better if he or she loved another and you loved another. There are no perfect relationships, but we could bring a happy and good relationship with someone who could love you better. Sometimes we lose people because we love them.
True love isn't always the right love. Just remember - make a stand! Fight for what you believe in, but always be prepared to face the consequences of your actions.
You're the first thing I think about when I wake up and the last thing on my mind before I fall asleep. Every time I think I'm over you, you come back and make me want you again. I'll there when you're down.
The most beautiful thing is to see a person you love smiling. And even more beautiful is knowing that you are the reason behind it.
I know it's stupid, but I still secretly hope that one day you will like me.
Dear Heart, please stop falling in love with people I can't get.
Oleh: Sonny Wibisono
"The eye of a human being is a microscope, which makes the world seem bigger than it really is."
-- Kahlil Gibran
ADA seorang saudagar kaya raya. Satu hari, sang saudagar jatuh sakit. Umurnya memang sudah tak lagi muda. Hampir mendekati uzur. Ia sudah merasa waktunya di dunia ini sudah habis. Sebelum wafat, ia meninggalkan wasiat kepada kedua anaknya. Wasiat pertama, bila ada yang berutang, janganlah engkau tagih. Untuk wasiat kedua, bila keluar rumah, janganlah sampai engkau terkena sinar matahari.
Beberapa hari kemudian, sang saudagar wafat. Ia pun dikebumikan di pemakaman dekat rumah. Setelah sang saudagar wafat, kehidupan berjalan normal kembali seperti biasa. Semua pesan yang diamanahkan sang saudagar kepada anaknya, benar-benar dijalankan oleh kedua anaknya tersebut.
Setelah beberapa tahun kemudian, kedua anak tersebut sibuk dengan masing-masing urusannya. Mereka mencari nafkah dan tinggal di dua kota yang berbeda. Akhirnya, setelah lima tahun tak pernah berjumpa, mereka bertemu kembali di kediaman mereka dimana mereka pernah dibesarkan dahulu.
Ada perbedaan mendasar dari kedua anak tersebut. Anak pertama, ternyata hidupnya begitu miskin. Sedangkan anak kedua, terlihat sangat makmur. Kekayaan melimpah ruah.
Sang Ibu yang telah renta pun bertanya kepada kedua anaknya. Ketika ditanya mengapa bisa terjadi perbedaan yang begitu mencolok, keduanya menjawab karena melaksanakan amanah yang ayah wasiatkan kepada mereka.
Sang anak pertama menjelaskan, bahwa ia menjalankan wasiat yang diberikan ayahnya, 'Jangan menagih utang kepada orang yang berutang kepadaku, maka setiap orang yang berutang, tak pernah aku menagihnya, makanya aku bankrut.' Untuk wasiat kedua, anak pertama menjelaskan, 'Ayah berpesan supaya kalau aku pergi atau pulang ke tempat bekerja, aku tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya aku harus naik angkutan, padahal sebenarnya bisa saja berjalan kaki untuk menghemat. Tetapi dengan naik angkutan, pengeluaranku bertambah banyak.'
Anak kedua ditanyakan hal yang sama. Mengapa ia bisa begitu kaya raya dan hidupnya makmur. Katanya, 'Ayah berpesan, aku tak boleh menagih orang yang berutang padaku, makanya aku tak pernah lagi memberi utang kepada para pelanggan.' Sedangkan untuk wasiat kedua, anak kedua menjelaskan, 'Ayah berpesan, jangan terkena sinar matahari jika keluar rumah, maka aku berangkat lebih pagi sebelum matahari terbit, dan aku akan pulang ke rumah setelah matahari terbenam. Jadi aku dapat membuka tokoku lebih cepat dari toko yang lain dan lebih lama menutup tokoku sampai matahari telah terbenam.'
Kisah di atas memperlihatkan bagaimana sebuah kalimat ditanggapi dengan persepsi yang berbeda. Jika kita memaknainya dengan sudut pandang positif, maka segala hambatan dapat diatasi dengan baik. Tetapi bila kita bisa memandangnya dari sudut pandang yang negatif, maka hambatan yang dihadapi terasa begitu sukar untuk dilewati.
Pada suatu pagi guru mengaji saya mengundang muridnya dalam suatu pertemuan di rumahnya, beberapa rekan yang di undang adalah orang yang sudah mapan dan mempunyai karir yang cukup gemilang, dan setelah mengucapkan salam pagi itu semua bercerita tentang keluahan masing-masing tentang kehidupan terutama paska kenaikan BBm, tentang susahnya hidup.
Seperti lazimnya menyuguhkan tamu Ustad saya menyuguhkan Teh panas, dalam sebuah teko, tapi uniknya ustad tersebut menyuguhkan teh hangat dalam Gelas berbagai jenis - dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah - dan mengatakan pada para peserta pengajian tersebut untuk menuang sendiri dan memilih sendiri gelas yang diinginkannya.
Setelah semua Tamunya mendapat seGelas Teh di tangan, Sang ustad u mengatakan : "Jika kalian perhatikan, semua Gelas yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami."
"Pastikan bahwa Gelas itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas teh yang ada. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah Teh Manis tersebut bukan, bukanlah Gelasnya, namun kalian secara sadar mengambil Gelas paling terbaik dan kemudian mulai memperhatikan Gelas Orang lain orang lain."
"Sekarang perhatikan hal ini : Kehidupan bagai Teh Manis, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah Gelasnya. Gelas bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis Gelas yang kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita hidupi. Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada gelas, kita gagal untuk menikmati Teh Manis hangat yang Tuhan sediakan bagi kita."
Allooh memasak dan membuat Teh Manis, bukan Gelasnya. Jadi nikmatilah Teh Manisnya, jangan Gelasnya.
Sadarilah jika kehidupan kita itu lebih penting dibanding pekerjaan kita. Jika pekerjaan kita membatasi diri kita dan mengendalikan hidup kita, kita menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan. Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak merubah diri kita sebagai manusia. Pastikan kita membuat tabungan kesuksesan dalam kehidupan selain dari pekerjaan kita.
# Jika merasa artikel ini bermanfaat, silahkan dishare ke sahabat-sahabat yang kita sayangi
I don't pretend to know what love is for everyone, but I can tell you what it is for me. Love is knowing all about someone, and still wanting to be with them more than any other person. Love is trusting them enough to tell them everything about yourself, including the things you might be ashamed of. Love is feeling comfortable and safe with someone...
When the bus comes, you look at it and you would tell yourself, “Eww, so full. I can’t find a sit. I’ll probably wait for the one.” You let the bus go and waited for the second bus. Then the second bus came, you looked at it and said, “Oh my, this bus is so old. I guess I just have to wait for the next bus.” You let the bus go for the second time and then again you decided to wait for the next bus. After a while, another bus came and it’s not crowded, not too old but you said, “What? It’s not even air conditioned. I’ll just wait for the next one.” Again, you let the bus go and decided to wait for the next bus.
Then the sky started to get dark as it was getting late. You panicked and jumped immediately inside the next bus. It is not until later you realize that you had boarded in the wrong bus. You had wasted your time and money just to get into the wrong one. Even if an air conditioned bus comes, you can’t ensure that the air conditioned bus won’t break down or whether or not the air conditioner will be too cold for you.
Wanting to get what you want is not wrong, but it wouldn’t hurt to give other people a chance. If you find that the “bus” doesn’t suit you right, just press the red button and get off the bus. Who said life is fair? The best thing to do is be more observant and open-minded on the things going on with your life and the people around you. I’m sure you had same experience before, you saw a bus coming (the bus you want of course) and then you flagged it, but the driver acted as if he did not see you and zoomed pass you. It would only mean that it wasn’t meant for you.
The bottom line is: being loved is like waiting for a bus you want. Getting on the bus and appreciating the bus by giving it a chance which always depends on you. If you haven’t made any choice, WALK! Walking is like being single. The good side of it is you can still choose any bus you want and the rest who could not afford another ride would just have to be content with the bus they rode on, ugly or not.
Sometimes, it is better to choose a bus you are already familiar with rather than gamble with a bus that is unfamiliar to you. But then again, life would not be complete without any risks involved. There is one bus that I failed to tell you about – the Bus that you do not have to wait for, the Bus that will stop on its own and ask you if you wish to come inside and then take you for a joy ride for the rest of your life. Hope you get to ride on that bus.
Posted by Elouisa Enerlan
Sometimes people come into our lives and we knew it right away that they were meant to be there… to serve a purpose, to teach us a lesson, or to help us figure out who we are or who we want to become. We’ll never know who these people may be, but when we try to look at them inside our hearts with eyes wide open, at that very moment we would definitely know that we are with them. In the most unexpected or profound way they will create some changes in our lives.
Sometimes things happen to you at the same time that may seem horrible, painful, and unfair. But trying our best to reflect to all of these things we would realize that without overcoming all these obstacles we would have never realize our potential, strength, will power, and for possessing a good heart.
The things we encounter every day happen for a reason. It doesn’t happen by mere chance or by means of good luck, illness, injury, love, lost moments of true greatness and sheer stupidity. All of these things happen to test the limits of our soul because without these small tests, our life would be like a smoothly paved, straight flat road to nowhere. Yes, we could have a safe and comfortable life, but it could be dull and utterly pointless which doesn’t make any sense at all.
The people we meet affect our life. All the success and downfalls that we experience would help us become the person we are right now and we would learn something from the bad experiences we had. In fact, they are probably the most poignant and important ones. If someone hurt us, betray us or break our heart – we should somehow learn how to forgive them because they have helped us learn about trust and the importance of being cautious to whom we open our heart. If someone love us, we have to love them unconditionally not only because they love us, but also because they are teaching us to love and open our heart and eyes to little things.
We talk to people who we have never talked to before and actually listen. We should let ourselves fall in love, even if it doesn’t seem right because we are too young or too far from that person, just follow our heart. We have to surround ourselves with those who make us smile, laugh, and make us happy. Break free and set our hopes high. Let’s hold our heads up high because we have every right to do it. We should always remind ourselves that we are a great individual and we believe in the things that we are capable of doing it, for if we don’t believe in ourselves, no one else would believe in us. Make every day count. We need to learn how to appreciate every moment and take everything from every possible way we could for we may never be able to experience these things again. Let’s create our own life, then we have to let go and live with it.
By : Elouisa Enerlan